NEWS

Blog PAPSI ini dibuat sebagai media informasi Alam Pakidualan Sukabumi, menuju Geopark Ciletuh. Society For Nature Conservation.

Tampilkan postingan dengan label Papsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Desember 2013

Tamanjaya

Apa dan dimana Tamanjaya itu ?. Untuk orang di luar sana tentunya nama Tamanjaya ini kurang populer, padahal daerah Tamanjaya memiliki potensi Alam khususnya wisata yang sangat bagus, untuk itu saya akan mencoba menjelaskan sedikit pengetahuan tentang Tamanjaya.

TAMANJAYA

Tamanjaya merupakan nama Daerah disuatu wilayah kabupaten sukabumi dengan jarak tempuh 30 km dari kota kabupaten. Pada Gambar peta menunjukan tamanjaya adalah pusat dari kota Kecamatan. Dimana Kantor Kecamatan, Kantor Kepala Desa, Kantor Kapolsek dan Kantor-kantor lainnya berada di Tamanjaya. Selain itu Tamanjaya memiliki Balai kesehatan yaitu Puskesmas, Sekolah baik dari tingkat Kanak-kanak Hingga tingkat SMA baik umum maupun agama, Pasar Terminal yang memfasilitasi warga tamanjaya dari bahan Rumah tangga, Simpan pinjam (Bank), dan lainnya, disamping itu ada Lapang Sepak Bola yang berdekatan dengan pasar. Tamanjaya sendiri adalah nama Daerah, nama Dusun dan sekaligus nama Jalan yang menghubungkan jalan Ciletuh, Jalan Ciemas dan Jalan Ciwaru. Tamanjaya memiliki kantor Desa yaitu dengan jarak 1 km dari Kantor Kecamatan.

Desa Tamanjaya

Desa Tamanjaya merupakan salah satu nama Desa dari delapan Desa yang berada di Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh 30 km dari Kabupaten Sukabumi dan 160 km dari Ibu Kota Negara. Kondisi Geografis Desa Tamanjaya yaitu dengan ketinggian DPL: 0-2900 M, memiliki curah hujan: 2000-4000 mm dengan temperatur Udara: 84 %. Desa Tamanjaya berbatasan dengan Desa-desa lainnya yaitu pada wilayah Utara berbatasan dengan Desa Mekarjaya, pada wilaya Timur Berbatasan dengan Desa Mekarmukti dan Caringin Nunggal yang berada di wilayah Kecamatan Waluran, pada wilayah Selatan berbatasan dengan Desa Cibenda, dan di wilayah Barat berbatasan Dengan Desa Mekarsakti dan Desa Ciwaru.
Desa Tamanjaya terbagi dari 4 Kedusunan 10 RW dan 43 RT dengan jumlah penduduk 6.213 jiwa, terbagi dari Laki-laki berjumlah 3.130 jiwa dan dan Perempuan berjumlah 3.083 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :
1. Dusun Tamanjaya dengan jumlah 2.258 jiwa, terbagi atas :
  • L. 1.138 jiwa
  • P. 120 jiwa
2. Dusun Cicurug dengan jumlah 1.615 jiwa, rerbagi atas :
  • L. 804
  • P. 811
3. Dusun Ciseureuh dengan jumlah 1.007 jiwa, terbagi atas :
  • L. 509
  • P. 498
4. Dusun Pasirbaru dengan jumlah 1.333 jiwa, terbagi atas :
  • L. 678
  • P. 654 

Sumber Daya Alam

Tamanjaya kaya akan Sumber Daya Alam, hamparan tanah luas Tamanjaya hampir semuanya berpotensi baik dari segi pertanian, perkebunan, hutan dan wisata. Hampir semua masyarakat Tamanjaya berpenghasilan dari hasil Bumi seperti bertani dan berkebun, hasil pertanian adalah padi karena mayoritas penduduk Desa Tamanjaya adalah Petani sawah, selain itu ada juga masyarakat yang memanfaatkan tanah dengan menanam padi (huma). Dari segi perkebunan masyarakat memanfaatkannya untuk menanam Kunyit, Cikur, Laja, Pisang, Buah-buahan, Pohon seperti Pohon Mahoni, Albasiah dan masih banyak yang lainnya.
Masyarakat disekitar Tamanjaya banyak yang berprofesi sebagai pengrajin Gula karena di daerah tamanjaya memiliki perkebunan kelapa yang sangat luas. Selain itu, daerah Tamanjaya pun memiliki pembangkit Listrik Angin dan hasil bumi seperti Batu dan Pasir. Akan tetapi sekarang sudah mulai terkikis oleh perkebunan sawit milik PT yang menghabiskan kebun kelapa dan lainnya. masyarakat banyak yang mengeluh terutama pengrajin gula akan kejadian tersebut.
Selain Hasil bumi, daerah Tamanjaya Kaya akan Wisata Alam yang tidak kalah dengan wisata-wisata alam lainnya di Indonesia, akan tatapi tidak semuanya masyarakat sadar akan objek wisata alam yang dimiliki Tamanjaya, banyak warga yang tidak peduli akan kekayaan alam yang satu itu.

Objek Wisata

Desa Tamanjaya memiliki potensi wisata alam yang bagus, panorama alam yang eksotis yang sarat dengan nilai-nilai estetika, dilihat dari komposisi batuan alam dan pemandangan yang eksotis yang jarang ditemui di daerah lain. Selain itu yang menjadi ciri khas terdapat jenis batuan bancuh yang berumur Pra-Tersier atau zaman kapur. Hal ini menjadikan daerah Tamanjaya kaya akan Wisata Alam termasuk Wisata Geopark.

Lokasi Wisata Tamanjaya
Tamanjaya memiliki beberapa Lokasi Wisata seperti yang ditunjukan Gambar peta tersebut, seperti Pemandangan Panenjoan, Arum Jeram di Sungai Ciletuh, Curug Awang, Curug Tengah, dan Curug Puncak Manik. Selain itu daerah disekitar Tamanjaya bisa dibuatkan Landasan Paralayang.
Peta Lokasi Curug

Kecamatan Ciemas



Sekilas tentang Kecamatan Ciemas. Secara administratif, Kecamatan Ciemas membawahi sembilan desa, yaitu Desa Tamanjaya, Desa Cibenda, Desa Ciwaru, Desa Mekarjaya, Desa Ciemas, Desa Girimukti, Desa Mandrajaya, Desa Mekarsakti, dan Desa Sidamulya. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Ciemas sebagai berikut :
Sebelah utara    : Kecamatan Simpenan.
Sebelah timur   : Kecamatan Ciracap.
Sebelah selatan : Samudera Hindia.
Sebelah barat    : Samudera Hindia.

Kecamatan Ciemas kerap disebut oleh sebagian besar masyarakat sebagai wilayah Puncak Dharma Teluk Ciletuh. Penyebutan ini berdasarkan atas kenyataan bahwa sebagian besar wilayah Kecamatan Ciemas merupakan hamparan lautan, pantai, lembah, jurang dan hutan yang memiliki panorama luar biasa. Salah satu bentukan alam yang sangat mengagumkan berada di Desa Tamanjaya yaitu berupa sebuah jurang di Lembah Ciletuh. Lembah tersebut memiliki sebuah bukit cukup terkenal bernama Panenjoan. Di sekitar lembah ini terlihat beberapa bangunan permanen yang khusus dibuat untuk wisatawan. Cobalah berdiri tepat dibangunan tersebut wisatawan dapat menyaksikan serangkaian bukit berjejer membentuk mangkuk berukuran setengah lingkaran (sering disebut dengan amfiteater ukuran raksasa). 

PAPSI

Sekilas tentang PAPSI. Keberadaan Sekretariat PAPSI (paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi) di Tamanjaya tiada lain untuk melestarikan alam pakidulan Sukabumi khusunya yang berada di daerah Tamanjaya sendiri, seperti yang ditunjukan pada gambar peta Sekretariat PAPSI berdekatan dengan Wilayah Objek Wisata terutama dengan Panenjoan.
Dengan harapan, keberadaan PAPSI selain melestarikan alam Pakidulan Sukabumi PAPSI bisa mendobrak Wisata alam Tamanjaya di Indonesia umumnya bisa sampai Dunia.
Keberadaan PAPSI sendiri adalah perantara antara inspirasi masyarakat Pakidulan dengan Pihak Pemerintah maupun Pengembang demi kepentingan masyarakat sendiri.




Demikian Sekilas tentang Tamanjaya, untuk mendapatkan data lebih lengkap dan akurat tentang Desa Tamanjaya hubungi Kantor Kepala Desa Tamanjaya. Terimakasih


23.49 Diposting oleh Unknown 1

Senin, 16 Desember 2013

Bio Barma dan Papsi

PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. Bio Farma merupakan satu-satunya produsen vaksin dan anti sera bagi manusia yang berkualitas internasional di Indonesia. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut serta mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia dengan kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bio Farma mengalami kemajuan yang pesat sehingga sudah selayaknya kemajuan ini dapat dinikmati juga oleh masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan di sekitar lingkungan perusahaan.
Bio Farma sebagai perusahaan kelas dunia telah menjalankan prinsip triple bottom lines, yaitu 3P (People, Planet, dan Profit).  “Dengan adanya 3P sebagai panduan kegiatan CSR, menggambarkan bahwa Bio Farma tidak semata – mata hanya mengejar profit semata, tetapi mempunyi kepedulian terhadap masyarakat (people) dan lingkungan (planet)” ungkap N. Nurlaela Kepala Bagian Public Relations PT Bio Farma (Persero).
Bio Farma memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Rational, & Timebound). Program ini telah mengacu pada ISO 26000 : 2010 guidelines for Social Responsibility (SR) yang tetap berkomitmen dalam mewujudkan  green industry.
Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, Bio Farma menjalin kerjasama bersama berbagai pihak terkait, dan masyarakat melalui 4 (empat) pilar utama, yaitu : Program Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup.
Program CSR berkelanjutan yang menjadi prioritas dan telah ditetapkan PT Bio Farma (Persero) beberapa waktu lalu, mulai berbuah hasil.
Dalam menjalankan bisnisnya, PT Bio Farma (Persero) tidak hanya terfokus pada masalah kesehatan global. Tapi, perusahaan ini juga tetap konsisten akan tanggung jawabnya untuk lebih peduli kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar perusahaan.
Awalnya, Kedatangan Direktur Bio Farma ke Desa Taman Jaya, Ciemas Sukabumi dengan melihat potensi alam yang memiliki potensi wisata geologi yang unik dan eksotik yang harus dikembangkan. Kawasan Ciletuh, Ciemas,  Sukabumi dikenal sebagai salah satu dari tiga tempat di Pulau Jawa yang menyingkapkan kelompok batuan berumur paling tua di Pulau Jawa sehingga menjadikan daerah ini sangat unik dan langka secara geologi. olehkarenanya Biofarma membutuhkan rekan kerja dalam pengembangan wisata geologi tersebut, yang nantinya sebagai penghubung antara masyarakat dan Biofarma, maka dibentuklah Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (PAPSI) sebagai wadah ide masyarakat dalam pengembangan desa wisata.
Dalam pengembangan Wisata Geologi yang ada di Kecamatan Ciemas, Biofarma mempunyai keinginan supaya masayarakat sekitar ikut serta dalam pengembangan wisata tersebut, yaitu menjadi desa wisata. olehkarenanya, Biofarma menjadi fasilitator atas inspirasi masyarakat dan bukan sponsor. Harapan Biofarma, masyarakat menerima dengan kedatangan Biofarma dan dijadikan rekan kerja oleh masyarakat.
PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi) muncul di masyarakat pada saat Bio Farma memperkenalkan Ciletuh dengan mengajak serta Deddy Mizwar Wakil Gubernur Jawa Barat. Pengenalan Geopark Ciletuh menggandeng komunitas PAPSI sendiri serta Tim Offroad dan Bio Farma Motor Cicle (BFMC).
Menurut Iskandar, Direktur Utama Bio Farma menjelaskan dari keempat pilar CSR Bio Farma yaitu Kesehatan, Lingkungan, Pendidikan dan Ekonomi, aktivitas yang dilaksanakan di Sukabumi ini fokus pada kegiatan lingkungan dan kesehatan. Keanekaragaman CSR bidang lingkungan yaitu Bio Diversity (Keanekaragaman Hayati) melalui pengembangan Ikan Koi, Penyu, Mangrove, Domba Garut, Sapi Rancah ; Geodiversity (Keanekaragaman Geologi) melalui konservasi Geopark Ciletuh dengan mengembangkan kemandirian warga dan potensi geo wisata; Cultural Diversity (Keanekaragaman Budaya) melalui aktivitas mempertahankan keanekaragaman budaya, kearifan lokal ditengah Jatidiri yang Tergerus”.

08.02 Diposting oleh Unknown 0